Iseng dan Harapan
Berawal dari sebuah kejadian kebakaran di Sintang yang begitu Tragis sepanjang sejarah Sintang, sekeluarga tewas terpangang, seorang ibu dan ketiga anaknya sedangkan suaminya berada dipedalam, sejak kejadian tersebut terbukalah mata dan hati warga pasar Sungai Durian untuk benar-benar berbenah Pemadam Kebakaran yang dibentuk sejak 1982.
Dipenghujung tahun 2003 terjadi perombakan pengurus Pemadam Kebakaran dilakukan pemilihan kepengurusan saat itu terpilihnya Dr. Sumanto, Thin Djun, Hartono, Somi Rianto dan saya diminta sebagai Sekretaris oleh ketua terpilih untuk ikut serta mengurus Pemadam Kebakaran ini, saat itu saya bingung menerima atau menolak dan saya sendiri menyadari kapasitas saya sendiri hanya tamatan SD disuruh jadi Sekretaris dan menurut saya diluar masih banyak orang yang tamatan SMA atau S1 yang yang lebih cocok jadi sekretaris.
Malam itu saya berpikir sepanjang malam mampu atau tidak menurus yayasan ini dan saya menyadari tugas sekretaris cukup banyak dan berat akhirnya saya musyawarah dengan keluarga dan dia menyetujui itu dan dia bilang kalau ingin mengabdi untuk orang banyak dan berbuat untuk Negara itulah jalannya, berbekal prinsip ingin berbuat untuk orang banyak akhirnya saya menerima dan masuk dalam lingkaran kepengurusan yayasan ini.
Sepanjang tahun 2003 – 2006 kota Sintang sering terjadi kebakaran menjadi momok bagi warga pasar sungai Durian, tidur selalu waswas, ketenangan seolah-olah ditelan bumi , saat itu menjadi tantangan sangat berat bagi kami, bagaimana mencari dana untuk membeli peralatan pemadam kebakaran dan semua cukup mahal dan memerlukan biaya yang banyak sedangkan yayasan ini adalah yayasan social (non-profite). Dengan berbagai cara mengsosialisasikan betapa pentingnya pemadam kebakaran dan membuat agar mereka tergugah hatinya agar mau ikut serta memberikan bantuan dana untuk meningkatkan peralatan yang ada, puji dan syukur semua berjalan lancar akhirnya kami dapat beli mesin pompa potable baru, selang dan mobil untuk dapat angkut perlengkapan PMK.
Selain mengurus Yayasan Pemadam Kebakaran Busera saya punya kerjaan sendiri yaitu usaha kecil-kecilan dan kebetulan memiliki sifat sifat ingin tau yang tinggi, saya mepelajari computer secara autodidak akhirnya saya bisa mengatasi computer yang bermasalah ringan,waktu itu ada beberapa kantor maupun yayasan Kobus yang menjadi costomer saya, Pada suatu hari pagi sekali Pimpinan Yayasan Kobus Pastor Jaques Maessen meminta saya segera pergi kekantornya untuk mengatasi komputernya yang tidak bisa menerima email dari rekannya yang ada di Belanda.
Untuk menjaga hubungan mau enggak mau saya pergi, kerena saat itu badan terasa capek dan ngantuk, malam itu habis memadamkan api cukup mengkuras tenaga yang ada, saat mengatasi masalah computer Kobus, Pastor melihat saya capek dan ngantuk dia menayakan apa yg terjadi dengan saya kenapa bisa selesu itu dan saya menceritakan apa yang terjadi tadi malam dan tentang saya yang masuk dalam kepengurusan Yayasan Pemadam Kebakaran Busera. Semenjak itu saya banyak menceritakan tentang kesulitan Yayasan ini kepada Pastor Jaques Maessen dan kebetulan dia orang yang punya jiwa social yang tinggi, sekedar iseng dan harapan saya meminta pastor bantu kami ternyata Pastor punya niat membantu Yayasan Pemadam Kebakaran Busera untuk menghubungi rerasinya agar ikut serta membangun Yayasan Pemadam Kebakaran Busera.
Dipenghujung tahun 2004, Pastor Jac Maessen pulang kampung kenegeri Belanda dan beliau meluangkan waktunya untuk mencoba menguhubungi teman-teman lama terutama Bapak Hub Dolmans, disana Pastor Jaques Maessen menceritakan tentang keadaan Sintang dan Yayasan Pemadam Kebakaran Busera, dibelanda Pastor Jaques Maessen berupaya meyakinkan orang-oarang disana yang terkenal kikir itu dan ternyata pastor mampu mengugah hati mereka dan membawa angin segar mereka berkeinginan membantu Pemadam Kebakaran Busera Sintang.

Random Posts
Akcaya II Sintang, Minggu (9/11/2008) dini hari musnah terbakar, Diperkirakan api mulai berkobar sekitar pukul 02.00 WIB dan langsung membangunkan warga sekitar.
Suara teriakan yang nyaring membangunkan warga dari tidur dan mereka pun berhamburan ke luar rumah. yang berada di lokasi sekitar kejadian, amukan api yang kian meluas, karena api merambat dengan cepat menghanguskan seluruh bangunan sejumlah barang-barang, dokumen dan peralatan kantor tidak dapat diselamatkan. “Api menjalar begitu cepat sehingga barang yang ada didalam kantor Sekolah tidak dapat diselamatkan” akui salah seorang warga sekitar lokasi petugas saat berada dilokasi .
Petugas pemadam kebakaran tiba dilokasi langsung mengerahkan pipa air ke ti.tik-titik api baik dari Yayasan Busera maupun Pemadam Kebakaran dari Kantor Kebersihan dan Kebakaran Kabupaten Sintang mengerahkan sejumlah perlatan yang mereka miliki untuk menjinak api, sekitar satu jam kemudian api dapat dipadamkan. (busera)




Add your comment