“PMK Sudah terbiasa dicaci”
“Pengabdian sebagai Sukarerawan petugas pemadam kebakaran lebih banyak duka daripada sukanya,” kata Komandan Koordinator Yayasan Pemadam Kebakaran BUSERA Sintang, Lim Fui Sun.
Pengakuan polos yang dilontarkan pria yang sudah mengabdi puluh tahun sebagai Tenaga Sukarerawan Petugas Pemadam Kebakaran di Sintang, disampaikan saat usai melaksanakan tugas Pemadaman Kebakaran Jl. Berigjend Katamso Kabupaten Sintang 21 April 2008 yang lalu disela penyampaian evaluasi kinerja dan ucapan Terima Kasih kepada 50an anggotanya yang telah bekerja mati-matian didalam melaksanakan tugas pemadam yang menghebohkan itu.
“Masalah cacian atau cemoohan dari warga sudah biasa kami terima hingga tak aneh lagi. Kami menyadari pelayanan belum memuaskan, namun kebanyakan warga tidak mau memahami kesulitan dari pemadam kebakaran,” katanya.
Bukan hanya saat petugas pemadam kebakaran datang terlambat ke lokasi, malah hampir setiap kali dalam melaksanakan tugas pemadaman ada saja warga yang menyampaikan sumpah serapah. “Memihak orang kaya, Saudara mau pun keluarganya dan banyak lagi, bagi kami sudah bukan suatu yang aneh lagi. Kerjanya hanya molor (tidur – red) atau datang saat api sudah padam sering kami terima,” timpalnya.
Bahkan, petugas jaga pernah menerima telefon ada kebakaran , namun setelah sampai ke lokasi ternyata tidak ada kebakaran. “Banyaknya telefon iseng membuat kami harus hati-hati hingga kalau ada telefon terjadi kebakaran kami akan tanyakan dulu nomor telefon rumah atau kantor dari orang yang memberitahu. Lalu, kami cek ke Polsek setempat untuk lebih memastikan,” ujarnya yang kesulitan apabila pemberitahuan kebakaran melalui telefon .
Mengenai terlambat datang ke lokasi, menurut Lim Fui Sun (Atot pangilan akrab), di kota maju pun mobil pemadam kebakaran bisa saja telat datangnya, karena sifatnya yang bereaksi terhadap kejadian dan tidak mungkin semua anggota siaga diposko, perlu waktu mengumpulkan Anggota yang ada “Belum lagi faktor kemacetan lalu lintas hingga seharusnya ditempuh 5 menit bisa menjadi 15 menit malah lebih. Paling kesal apabila pengendara mobil, motor tetap saja berada di tengah meski sirene peringatan sudah berbunyi. Masa kami harus menabrak orang atau mobil di depan agar cepat sampai ke lokasi,” katanya.
Selain itu, Atot juga mengeluhkan “keterlibatan” warga yang berebutan selang agar rumahnya segera disemprot air dan api tidak menghanguskan. “Padahal, pemadam kebakaran punya teknik tersendiri dalam menjinakkan api. Prinsipnya adalah bukan memadamkan api secara langsung melainkan melokalisasi dan menurunkan tingkat kerugian akibat api, hingga tak jarang menyemprot bangunan yang belum terkena api agar suhu api turun,” katanya.
Di saat pekerjaan amat berat termasuk resiko saat melawan si jago merah ternyata hanya mendapatkan 1(satu) bungkus nasi Padang, itupun kalau ada warga yang bersedia memberikan kalau tidak harus menguras Kas Yayasann dan perlu dipikir dengan jernih apa wajar dan perlu dihargai sebagai pahlawan tanpa jasa atau diberi sarapan Cacian dan Cemooh, bagi kami.
Komandan Koordinator Badan Pemadam Kebakaran BUSERA Sintang, Lim Fui Sun mengatakan, bahwa jumlah anggota mencapai 50 orang dibagi menjadi 5(lima) regu yang semuanya petugas sukarerawan Pemadam Kebakaran ( tanpa digaji). “Sedangkan mobil pemadam hanya 2 unit dan mesin Pompa portable 3 unit .
Selain itu, kami mengharapkan Pemerintah Kabupaten Sintang serta instansi terkait juga perlu memikirkan adanya pengembangan peralatan Pemadam Kebakaran dan Memikirkan beberapa Wilayah yang sulit mendapatkan sumber air hingga proses pemadaman juga bisa lebih cepat,” katanya. (Hen/”Bus”)***
Random Posts
Akcaya II Sintang, Minggu (9/11/2008) dini hari musnah terbakar, Diperkirakan api mulai berkobar sekitar pukul 02.00 WIB dan langsung membangunkan warga sekitar.
Suara teriakan yang nyaring membangunkan warga dari tidur dan mereka pun berhamburan ke luar rumah. yang berada di lokasi sekitar kejadian, amukan api yang kian meluas, karena api merambat dengan cepat menghanguskan seluruh bangunan sejumlah barang-barang, dokumen dan peralatan kantor tidak dapat diselamatkan. “Api menjalar begitu cepat sehingga barang yang ada didalam kantor Sekolah tidak dapat diselamatkan” akui salah seorang warga sekitar lokasi petugas saat berada dilokasi .
Petugas pemadam kebakaran tiba dilokasi langsung mengerahkan pipa air ke ti.tik-titik api baik dari Yayasan Busera maupun Pemadam Kebakaran dari Kantor Kebersihan dan Kebakaran Kabupaten Sintang mengerahkan sejumlah perlatan yang mereka miliki untuk menjinak api, sekitar satu jam kemudian api dapat dipadamkan. (busera)




Blog ini hanya sekedar untuk mengenang kembali kebakaran yang terjadi agar kita semua terinspirasi untuk meningkatkan kinerja Pemadam Kebakaran dan kita perlu sadari masih banyak daerah yang belum ada Pemadam Kebakarannya semoga daerah lain terinpirasi ikut membangun Pemadam Pemadam Kebakaran Swadaya ini.
Teman-teman Blogger mohon dukungannya, karena saya masih tahap belajar dan harapan teman-teman mau memberikan masukan-masukan tentang blog ini........terima kasih
Add your comment